Perpustakaan Fakultas FMIPA

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Uji anti tukak lambung ekstrak etanol daun hantap (sterculia coccinea jack.) pada tikus putih (rattus norvegicus) yang terinduksi asetosal
Penanda Bagikan

Skripsi Farmasi

Uji anti tukak lambung ekstrak etanol daun hantap (sterculia coccinea jack.) pada tikus putih (rattus norvegicus) yang terinduksi asetosal

Rusliani Nindy Sirappa  - Nama Orang;

Daun hantap (Sterculia coccinea Jack.) diketahui mengandung alkaloid, flavonoid, tanin. Kandungan flavonoid yang terkandung pada tumbuhan dapat berfungsi sebagai anti sekresi asam, penghambatan kadar dan aktivitas pepsin serta meningkatkan sekresi mukus lambung dan bikarbonat, selain itu flavonoid jga bekerja sebagai anti-inflamasi dan pertahanan bakteri terhadap tukak lambung. Kandungan tanin pada tumbuhan diketahui dapat memperbaiki luka. Sehingga dengan adanya kctiga kandungan tcrscbut mampu mcenccgah terjadinya luka pada lambung Oleh karena itu penelitian imi bertujuan untuk mengetahui efek anti tukak lambung dan dosis optimum ekstrak etanol daun hantap sebagai anti tukak lambung terhadap tikus putih yang terinduksi asetosal. Ekstrak daun hantap (EEDH) diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Pengujian efek anti tukak lambung yang terinduksi asetosal dilakukan dengan cara memberikan suspensi asetosal 450 mg/KgBB secara oral kemudian selang 3 jam diberikan suspense Na CMC 0,5% (kontrol negatif); Omeprazol 3,6 mg/Kg BB (kontrol positif); dan ekstrak etanol daun hantap dengan masing-masing dosis 50, 100, dan 200 mg/Kg BB selama 7 hari. Pada hari ke-8 tikus dikorbankan dan diambil organ lambungnya untuk dilakukan pengamatan makroskopis. Hasil pengamatan makroskopis lambung pada parameter persen inhibisi tukak menunjukan EEDH dosis 50,100 dan 200 mg/Kg BB tidak memuliki perbedaan yang signifikan (p < 0,05) dengan omeprazole. Peningkatan dosis EEDH menunjukkan persentase inhibisi meningkat tetapi tidak signifikan sehingga dosis optimum EEDH sebagai anti tukak lambung adalah dosis 50 mg/Kg BB.

Kata Kunci : Sterculia coccinea Jack, Peptic ulcer, Asetosal


Ketersediaan
#
My Library (Farmasi) 615.072
2023.635-C. 1
Tersedia
#
My Library (Farmasi) 615.072
2023.636-C. 2
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
615.072
Penerbit
Palu Universitas Tadulako : FMIPA Universitas Tadulako Jurusan Farmasi., 2023
Deskripsi Fisik
xviii, 100 hlm, ilus.; 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
G 701 19 023
Klasifikasi
615.072
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Rusliani Nindy Sirappa 
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Fakultas FMIPA
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?