Skripsi Farmasi
Uji aktivitas antidiare ekstrak biji teratai (nymphae pubescens willd) pada tikus jantan galur wistar dengan metode proteksi terhadapiare oleh oleum ricini
A B S T R A K
Telah dilakukan pengujian efek antidiare ekstrak biji teratai (Nymphae pubescens Willd) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) dengan metode proteksi oleh oleum ricini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek antidiare ekstrak biji teratai pada tikus putih dan menentukan dosis yang efektif sebagai antidiare. Biji Teratai diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96% kemudian dipekatkan dengan rotavapor. Hewan uji yang digunakan adalah tikus jantan sebanyak 15 ekor, dibagi secara acak dalam 5 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol positif yang diberikan loperamid 0,036 mg/200g BB, kelompok kontrol negatif yang diberikan suspensi Na-CMC 1% dan 3 kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak etanol biji teratai dengan variasi masing-masing dosis 150 mg/200 g BB, 300 mg/200 g BB dan 600 mg/200 g BB, bahan uji dibuat dalam sedian suspensi dan diberikan secara oral. Uji efek antidiare ekstrak biji teratai terhadap tikus jantan dilakukan dengan cara memberikan oleum ricini sebagai penginduksi. Parameter pengamatan yang digunakan yaitu saat mula diare, frekuensi diare, konsistensi diare dan lama diare yang dilakukan setiap 30 menit selama 5 jam. Hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan metode ANSIRA (Analisis Sidik Ragam). Hasil penelitian menunjukan dosis 150 mg/200 g BB memperoleh dosis yang efektif sebagai antidiare.
Kata kunci : Ekstrak biji teratai, oleum ricini, antidiare
Tidak tersedia versi lain