Skripsi Statistik
Penerapan Spatio Temporal-Density Based Spatial Clustering Application With Noise Dalam Pengelompokan Titik Bencana Banjir Di Provinsi Sulawesi Tengah
Banjir merupakan peristiwa bencana alam yang disebabkan faktor alam/nonalam dan
dapat menyebabkan kerugian. Untuk memetakan lokasi dan waktu terjadinya bencana,
dilakukan pembagian wilayah menggunakan teknik clustering. Metode clustering yang
dapat digunakan adalah Spatio Temporal-Density Based Spatial Clustering Application
with Noise (ST-DBSCAN). Data yang digunakan adalah titik kejadian bencana banjir di
Provinsi Sulawesi Tengah pada Januari 2022-Desember 2023. Parameter pada STDBSCAN menggunakan Epsilon1=1, Epsilon2=30, dan MinimumPoints=7. Hasil dari
penelitian ini adalah 5 cluster, dengan 2 cluster besar dan 3 cluster kecil, dan 77 noise
berdasarkan nilai silhouette coefficient spasial sebesar -0,06269006. Pola spatio-temporal
yang terbentuk adalah pola irregular cluster yang berpusat di Kabupaten Toli-Toli dan
Kabupaten Poso yang memerlukan penanganan bencana oleh pihak berwenang yang
fleksibel dan responsif dalam kondisi yang dapat berubah-ubah.
Kata kunci: Banjir, Clustering, ST-DBSCAN
Tidak tersedia versi lain